
CICARINGIN – Tidak sekadar berhenti pada diskusi di dalam ruang seminar, Kelompok 25 KUKERTA UIN SMH Banten langsung tancap gas melakukan aksi nyata di lapangan. Sebagai wujud implementasi tema "Ekoteologi dalam Mengatasi Krisis Ekologi", para mahasiswa bersama masyarakat melakukan aksi penyiraman jalan desa yang terdampak debu tebal akibat tingginya aktivitas truk pengangkut batu galian.
Aksi yang berlangsung pada Sabtu 08 Agustus 2026 ini menyasar dua wilayah yang paling terdampak, yakni Kampung Neglasari dan Kampung Cireges. Debu dari lalu-lalang truk pengangkut batu memang telah lama dikeluhkan warga karena mengganggu pernapasan dan kebersihan rumah.
Dalam aksi ini, mahasiswa KUKERTA Kelompok 25 tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi langsung dengan masyarakat dari kedua kampung tersebut. Turut hadir di tengah-tengah warga, Aktivis Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Bapak Wandi Assyaid, yang memberikan arahan serta semangat kepada warga dan mahasiswa.
Untuk memaksimalkan proses pembersihan, aksi ini mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebak yang menerjunkan armadanya untuk melakukan penyiraman jalan secara merata.
"Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kami. Debu galian ini bukan hanya isu lingkungan biasa, tapi sudah menjadi masalah kesehatan bagi warga Neglasari dan Cireges. Dengan penyiraman ini, setidaknya kita bisa mengurangi polusi udara agar warga dapat menghirup udara yang lebih bersih," ujar perwakilan Kelompok 25 KUKERTA UIN SMH Banten.
Bapak Wandi Assyaid, yang mendampingi aksi tersebut, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, elemen masyarakat, dan pemerintah daerah (Damkar) merupakan contoh nyata bagaimana isu lingkungan harus diselesaikan dengan gotong royong.
"Aksi ini adalah bentuk nyata dari ekoteologi yang kami bahas sebelumnya. Menjaga lingkungan tidak hanya dengan ceramah, tapi dengan turun langsung membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak krisis ekologi di wilayah mereka," ungkap Wandi Assyaid di sela-sela penyiraman.
Warga Kampung Neglasari dan Cireges menyambut baik aksi ini. Mereka berharap langkah kecil yang dilakukan mahasiswa KUKERTA UIN SMH Banten ini dapat memicu perhatian pihak-pihak terkait agar pengelolaan angkutan tambang galian di masa depan lebih memperhatikan kenyamanan dan kesehatan warga yang tinggal di sepanjang lintasan truk.
Aksi penyiraman jalan ini pun menjadi penutup rangkaian kegiatan lingkungan yang inspiratif dari mahasiswa KUKERTA UIN SMH Banten, meninggalkan kesan mendalam bagi warga Desa Cicaringin bahwa mahasiswa hadir untuk memberikan dampak nyata.


