Gambaran Umum
Desa Cicaringin memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan luas lahan yang dapat dimanfaatkan secara terpadu melalui sistem tumpangsari jahe merah, pisang, dan singkong. Kondisi lahan subur, akses air memadai, serta tenaga kerja lokal mendukung pengembangan unit usaha Pertanian Terpadu Cicaringin di bawah BUMDes Makmur Jaya.
Komoditas Unggulan
- Jahe Merah: Cocok dengan tanah desa, permintaan tinggi untuk kebutuhan herbal dan industri.
- Pisang: Produktif sepanjang tahun, dapat menjadi peneduh alami bagi tumpangsari.
- Singkong: Tahan cuaca, masa tanam fleksibel, dapat dipanen berkala.
Potensi Pengembangan
- Penerapan integrasi pertanian dan peternakan untuk pupuk organik.
- Pengembangan lahan minimal 1–2 hektar sistem blok tumpangsari.
- Peningkatan produksi melalui pelatihan BPP Gunung Kencana.
- Pemasaran melalui BUMDes, koperasi, dan pasar kecamatan.
Manfaat untuk Desa
- Meningkatkan pendapatan petani.
- Menyediakan bahan baku untuk usaha olahan desa.
- Mendukung ketahanan pangan lokal.
- Membangun ekosistem pertanian berkelanjutan.
Desain Tata Letak Lahan 1 Hektar
Berikut sketsa sederhana pola tumpangsari:
{`[ Blok A ] Jahe Merah - 40% lahan
[ Blok B ] Pisang - 30% lahan
[ Blok C ] Singkong - 30% lahan
Arah Bedengan: Utara → Selatan
Akses Jalan Tani: 2 meter (Timur)
Drainase: Parit 50 cm di sisi Barat & Selatan`}
Rencana Anggaran Biaya (RAB) Ringkas
| Kebutuhan | Volume | Harga Satuan | Total |
|---|---|---|---|
| Bibit Jahe Merah | 800 kg | Rp20.000 | Rp16.000.000 |
| Bibit Pisang | 500 batang | Rp7.000 | Rp3.500.000 |
| Bibit Singkong | 2.000 stek | Rp500 | Rp1.000.000 |
| Tenaga Kerja Awal | 30 HOK | Rp80.000 | Rp2.400.000 |
Gambar Komoditas
Jahe Merah
Pisang
Singkong

